Bertanya ?
Malam menuju hari kesepuluh di tahun baru. Ah seakan
pikiranku menerawang. Mataku melotot, tiba-tiba diam. Lalu sejenak berfikir.
Tanggal kemenangan atau tinggal kenangan ?
Suasana cukup mendukung, kamar yang sedang hening.
Menampakkan jiwa yang sunyi. Aku menghayal memandang kiri-kanan tembok dinding
kamarku. Sambil sekali-kali menatap layar, menuliskan berbagai corat-coret
kecil tentang aku. tentang perasaanku dan perasaan kita.
Tidak terasa semenjak tahun baru aku meliburkan diri dari
berbagai kegiatan kampus dan lembaga. Aku mencoba untuk mendamaikan diri
sejenak di kampung halaman, di rumah ditemani keluarga.
Terdengar lagu-lagu dari koes
plus Satu album yang aku putar
dari music playlist windows media player. Dara manisku, manis dan sayang,
cintamu berlalu dan buat apa susah. Sebagian lagu-lagu yang silih ganti
kudengarkan. Semangatku bergairah. Konsentrasiku penuh. Aku berhasil membuat hatiku tidak membosankan.
Aku berkelana tanpa tujuan, Mensearch hal-hal yang sepintas aku pikir. Mengotak-atik berbagai
folder-folder yang tersimpan di laptopku.
Aku bergumam dan kadang senyum-senyum sendiri tanpa teman.
Tidak ada yang dapat aku lakukan untuk membela diriku dari
pertanyaanku sendiri. Tapi Perlahan aku mencoba untuk menjawab pertanyaanku
sendiri. Aku paham aku terkalahkan sendiri dalam persoalan perhatian, tapi aku
yakin kemenanganku ada di pesoalan kesetiaan. Alasannya sederhana. Bukankah
sifat-sifat yang terdapat pada diriku semata-mata merupakan cerminan dari sifat
manusia juga ? Renungkan hal ini.
Terlalu indah dilupakan
Terlalu sedih dikenangkan
Setelah aku jauh melangkah
dan kau kutinggalkan Andaikan kau datang kembali
Jawaban apa yang kau berikan ?
#Sebait lirik koes plus
Parepare. Diruangan kamarku dalam bayang-bayang sebuah pertanyaan ?


Komentar
memori lama mampu mengasah kita lebih dewasa, kawan! melupakan bukanlah jalan terbaik. ikhlaskanlaah..
jgn lupa mampir di lapak aku bro haha
tapi sepertinya melupakan jalan terbaik saat ini atau saya salah ya. hahaha