Tunggu aku, Bawakaraeng.
Tunggu aku, Bawakaraeng.
Oleh : Muh Taufiq Hafid
Bawakaraeng sulawesi selatan
Bukit dan lembah terlihat rupawan
Hutan pinus nan lebat di area persawahan
Potensi wisata alam sulawesi yang menawan
Ada rindu
bergejolak di dalam mimpi
Berpetualang
di alam sepenuh hati
Melewati pohon-pohon hijau yang memandangi
Terselip
pancaran sinar matahari.
Entah sedang jatuh cinta atau patah hati
Lalu dihianati atau menghianati
Aku hanya ingin berbagi
Tidak seorang diri.
Adakah yang ingin kesana lantas mengajak
Takkala hati yang terluka semakin berjarak
Kehidupan yang berduka terasa sesak
Aku rindu puncak untuk teriak.
Mari kita saling bergandeng tangan
Melangkah bersama menikmati pemandangan
Menghapus luka membawa kenangan
Canda tawa, penuh kebersamaan.
Tunggu aku, bawakaraeng.
Ikut serta dalam Unjuk Rasa PUISI 'Gunung Bawakaraeng, bahasa yang tak tersampaikan'


Komentar