Selamat.
Aku
terbangun sebelum fajar. Tepat pukul 05.00 subuh alarmku berbunyi. Kubuka
mataku perlahan-lahan kutenangkan perasaanku yang baru terbangun dari tidur
lelap, segera mungkin aku mencuci muka.
Hujan
gerimis bercucuran, doa-doa dipanjatkan serta ucapan selamat berdatangan. Senin
13 April 2015.
Suasana hati cukup bersahabat, jiwa lagi senang-senangnya
berteman. Silih berganti lagu kumainkan dengan gitar kecil milikku, sebelum aku
putuskan untuk berhenti dan menuliskan perasaanku di tulisan ini.
Seperti
biasanya, rutinitas pagi sebagai seorang yang masih mahasiswa. Sarapan pagi, mandi pagi, pakaian rapi serta
wangi-wangi. Aku juga terlalu semangat
untuk ngampus pagi ini. Ada urusan
yang sangat penting dan mendesak yang terpenjara di pikirianku. Aku butuh kepastian,
acc tanggal ujian proposal.
Matahari
masih malu-malu menampakkan dirinya, mungkin dia malu sama gerimis. Ataukah dia
malu melihat langit terus menangis dan di situ dia kadang merasa sedih wkwk.
Entahlah, eh tiba-tiba bunyi hujan didalam perut, yang artinya saya lapar. Aku
berfikir sejenak, lalu mataku menerawang, beli makannnya di mana. Masih hujan
coyyy. Tapi biarlah, ada selalu cerita menarik dari setetes hujan. Lalu hening.
Shutdown.
**
Seharian
di kampus, banyak ucapan kata selamat beserta jabat tangan erat dari
teman-teman. Canda tawa kegirangan dengan kebersamaan. Hampir seharian waktuku
kuhabiskan di fakultas hukum berbincang-bincang bersama kawan. Sebelum akhirnya,
adzan maghrib berkumandang.
Kulangkahkan kakiku meniggalkan kampus diantar
seorang teman dengan sepeda motor kebanggaan miliknya. Kutunjukkan jalan menuju
bung alamat sekret lembaga daerahku, parepare. Sudah lama aku tidak bertatap muka
dengan wajah-wajah orang disana, ada rindu kala tak jumpa.
Hai
selamat ulang tahun ya. Baru satu langkah kakiku berpijak di teras rumah. Nostalgia
berlanjut, basa-basi busuk bermuculan. Darimana ? bagaimana ini ? bagaimana itu
? hehe. Saya tau itu hanya intro pembuka, sebelum berlanjut ke reff nya. Tenang
kebetulan gue lagi banyak duit wkwkwk. 2-3 jam terasa cepat, obrolan ini itu,
sana sini, aku kamu dan sebagianya. Tiba-tiba hapeku berdering, iya hello,
kenapa ? jawabku. Dimana ? mau ketemu blabla. Iya boleh kesinimi
Dibawanya
kue holland bakery, terselip bungkusan kresek kecil. Ini kue untuk temanmu,
yang ini untuk kamu, di pake ya. Sederhana tapi berkesan.
Lagi-lagi
tiga belas bukan angka sial. Ucapan adalah doa, terimakasih buat semua ucapan
dan doanya.
Dikamar
dalam suasana mata, rasa dan kata mulai berkata lelah, detik-detik malam 13
April 2015.
SELAMAT ULANG TAHUN BUAT SAYA.


Komentar