Dari Parepare Ke Pare

From Parepare to pare. Iyaa awal juni lalu saya berkunjung ke Pare kediri tentunya study english dong. Minggu pertama saya habiskan waktuku di Kota Surabaya dan sekitarnya, ini kedatangan kedua kali saya di Kota Pahlawan, tidak ada yang berubah surabaya tetap panas tapi dari segi pembangunan luar biasa semakin pesat, tata ruang kota semakin rapi sehingga kemacetan tetap teratasi gang doli pun sekarang sepi kurang penghuni wkwkwk

Oya. Saya perkenalkan teman saya selama di surabaya. Namanya Zulfauzy Abuhasmy panggil saja dandut’ anak Psikologi Sunan Ampel surabaya, sahabat terkonyol di masa SMA. Saya nginap di Indiekost miliknya didekat area kampus Sunan Ampel surabaya. Didepan gerbang masuknya ada reallycoaster versi darat korbannya sudah banyak berjatuhan.

Surabaya dan seisinya dilahap berkat si dandut tourguide sejati tak kenal lelah strong anaknya. Tahu tempe televisi juga menjadi teman, sajian menu dihampir semua warteg diarea kampus. Bergaul disini hanya dua kata yang bisa saya ucapkan ngehh dan gotten

**

Berangkat dari terminal bungurasih surabaya menuju pare saya memilih menggunakan bus ukuran seperempat saya lupa apa nama busnya, ingatan saya cuman satu. Sopirnya mantan pembalab F1 musuh bebuyutannya Michael Shumacher.

Touchdown pare.

Ditengah-tengah perjalanan wajar rasa penasaran itu muncul seperti apa kampung pare.  Touchdown di pare kediri just so so seperti pada umumnya kampung pare atau yang lebih dikenal dengan nama kampung inggris adalah perkampungan pada umumnya, ada sawah ada sapi ada sungai  ada banyaklah pokoknya.

Kampung Pare juga mempunyai udara yang tidak terlalu panas. Berbagai jenis jajanan dan makanan enak dan higienis dengan harga "kampung" dapat dijumpai dengan mudah di kota kecil ini. Camp, kostan dan lembaga kursus menjamur disini. Istimewa.

Association Of Sulawesi Students pilihan tempat camp saya selama dipare. English area 24 hours not speak Indonesian. Dari status mahasiswa, taruna hingga dosen dengan latar belakang yang berbeda dari persiapan scholarship luar dan dalam negeri, calon dosen, jobless yang meghabiskan waktu, sailer yang menanti kabar dari perusahaan, mahasiswa yang kabur dari kenyataan, itu bukan saya tapi senasib dengan saya.

Asset camp salah satu camp terkenal disana dengan program vocabulary di subuh hari dan Speak Up dimalam hari. Metode pembelajaran yang cukup bagus dan menarik menurut saya. Dengan conversation speak english setiap harinya dapat menunjang skill saya dalam berbahasa inggris.

**
Elfast adalah pilihan saya untuk melatih speaking, setiap pertemuan dalam sehari diharuskan speak up didepan audience. Oyaa entah kenapa saya paling senang di suruh speak up walau ujung-ujungnya standup comedy nevermind salah benar urusan belakang. Intinya practice membangun confidance.begitu banyak ilmu dan pengalaman yang saya ambil dari sini.

Kemudian, saya mengambil program pronunciation di Peace salah satu lembaga terpopuler disana dari seluruh penjuru hingga negara tetangga ada disini. Sangat mudah menebak asal daerah teman-teman dikelas ini, karena disini bagaimana kita dilatih dalam persoalan pengucapan, sadar atau tidak akseen daerah sangat kental dikelas ini.

Cukup nyaman dengan konsep dan metode belajar dipare, apalagi hampir semua tempat disini saya menemukan orang-orang yang baik. Sahabat dalam beproses, sekaligus membantu saya untuk memahami banyak hal.

Saya cukup menikmati kisah dalam periode juni-juli kali ini. Banyak hal yang belum pernah saya temukan kemudian saya dapatkan disini. Cerita yang pastinya menjadi kenangan tersendiri bagi saya. Kebersamaan di camp ASSET V sampai teman-teman yang hebat di tempat kursus.

Teman-teman di Elfast

Sejuta sahabat terlampau sedikit. Seorang musuh terlalu banyak.
Bukankah begitu indah jika disambut senyuman dimana-mana?
Terimakasih buat sahabat-sahabat disana.
Maaf ketika ada goresan benci tertanam.


Spend time in saturday night, Makassar 1 August 2015.

Komentar

Postingan Populer